Pengguna media sosial di wilayah Asia Pasifik sering berbagi informasi pribadi dengan orang asing


Bagikan
Menciak
Bagikan
Bagikan
E-mail

Pengguna media sosial di wilayah Asia Pasifik sering berbagi informasi pribadi dengan orang asing

Topikindo.com – Pengguna media sosial di Asia Pasifik sering berbagi informasi pribadi dengan orang asing. Hasil survei ESET menunjukkan 65 persen responden mengakui bahwa mereka telah berbagi informasi pribadi dengan orang asing di Medsos.

Informasi pribadi ini membantu para penjahat dunia maya melakukan pencurian identitas atau melakukan rekayasa sosial yang menargetkan orang-orang terdekat korban. Oleh karena itu, ini tidak hanya mempengaruhi pengguna terkait, tetapi juga teman dan keluarga mereka.

Selain itu, 68 persen responden dari Survei Konsumen ESET APAC menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di internet. Sementara itu, sekitar 10 persen menghabiskan 10 jam sehari.

Survei juga menunjukkan 50 persen responden Indonesia menghabiskan 3 jam atau kurang di internet setiap hari. Sementara itu, 46 persen menghabiskan 4 hingga 6 jam sehari.

Sebelumnya hasil survei Forbes mengatakan bahwa pengguna Indonesia menghabiskan 206 menit sehari di media sosial. Meskipun rata-rata global hanya 124 menit.

Platform teratas seperti YouTube, Whatsapp, dan Facebook semuanya digunakan oleh lebih dari 80 persen pengguna Indonesia online.

"Dengan meningkatnya akses internet, orang menghabiskan lebih banyak waktu online. Tetapi sangat mengkhawatirkan melihat masih banyak pengguna internet di wilayah APAC yang membagikan informasi secara sukarela kepada orang asing," kata Yudhi Kukuh, Konsultan Keamanan TI, PT Prosperita ESET Indonesia dalam pernyataan resmi yang diterima oleh Topikindo.com.

Berdasarkan hasil survei, Indonesia adalah negara yang sadar akan bahaya menggunakan kata sandi yang sama di akun yang berbeda. Diketahui bahwa 54 persen pengguna menggunakan kata sandi unik di seluruh akun platform dan online. Meski demikian, 46 persen masih menggunakan kata sandi yang sama

Karena itu, Yudhi mengatakan kesadaran dan pendidikan diperlukan untuk meningkatkan praktik keamanan dan privasi terbaik.

.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *